Honda Melaksanakan Penarikan Massal Recall

airbags deployed in a hit and run accident Honda Melakukan Penarikan Massal RecallFoto google.com

Bintangotomotif.com – Honda Motor Co orisinil Jepang mengumunkan penarikan massal untuk perbaikan (recall) sebanyak 4,5 kendaraan beroda empat dikarenakan maslah airbag Takata. Pengumuman recall ini dikeluarkan Honda, Kamis (9/7/2015). Honda menyatakan data terakhir kendaraan beroda empat yang akan ditarik mencapai 4 juta unit lebih. Tapi, dari angka tersebut sebanyak 1,63 juta unit teregistrasi di Jepang. Model yang terkena recall di antaranya ialah Jazz dan CR-V lansiran 2007 hingga 2011.

Recall itu untuk mengganti pengembang kantong udara buatan Takata Corp.

Recall itu juga langkah teranyar Honda dalam upaya menangani bahaya keselamatan berkendara yang diakibatkan cacat airbag. Recall airbag buatan Takata telah terjadi pada puluhan juta unit kendaraan beroda empat dari banyak sekali pabrikan.

Takata ketika ini tengah menjadi bintang film utama dalam gelombang penarikan sejumlah kendaraan yang dilengkapi sistem kantong udara pengaman buatan mereka yang dinilai sanggup mengembang dengan kekuatan berlebih serta melontarkan bagian logam.

Regulator telah tetapkan komponen itu sebagai penyebab ajal delapan korban jiwa, seluruhnya memakai kendaraan beroda empat bermerek Honda.

Akan tetapi, gelombang penarikan kali ini tidak menyertakan mobil-mobil di daerah Amerika Serikat.

Pabrikan berinisiatif mengumpulkan sekira 1.000 kantong udara pengaman buatan Takata dari mobil-mobil yang sebelumnya tidak termasuk dalam jadwal penarikan demi kebutuhan investigasi, yang kemudian akan dianalisis oleh pihak Takata, demikian juru bicara menyampaikan.

Honda, menurut analisis mereka sendiri atas data yang disediakan Takata, menemukan terdapat variasi kepadatan zat kimia yang memproduksi gas pada sistem pengembang sanggup menjadikan pelontaran kantong udara secara ajaib di masa yang akan datang, alasannya ialah itu Honda tetapkan mengumumkan recall.

Sebelumnya pada Kamis waktu setempat CEO Honda Takahiro Hachigo�mengatakan bahwa meskipun pihaknya secara berkelanjutan mengusut duduk kasus itu bersama Takata dan mempunyai kekerabatan sebagai rekan bisnis, mereka tidak berencana untuk menyediakan dana pemeriksaan untuk Takata.

Bulan kemudian Honda menata ulang laporan keuangan bisnis tahunan mereka, dengan menambahkan pos biaya suplemen terkait penarikan sejumlah unit kendaraan beroda empat yang berkantong udara Takata dari para pelanggan, demikian Reuters.